10 Virus Komputer Paling "Rajin"
di Indonesia
Kamis, 2 Agustus 2012 | 09:37 WIB
Virus-virus komputer yang beredar di jagat digital Indonesia dilaporkan sedikit menjinak, pada bulan Juli yang lalu.
"Selama Juli 2012 memang relatif tidak ada
malware
istimewa yang mampu menginfeksi demikian hebat di Indonesia. Virus DNS
Changer pun sebarannya sangat kecil dan tidak terbukti seperti yang
digembar-gemborkan," kata Yudhi Kukuh, Technical Consultant ESET
Indonesia dalam rilis tertulis yang diterima
KompasTekno.
Virus-virus muka lama masih, seperti Ramnit dan Sality masih mendominasi dan masih banyak menginfeksi komputer di Indonesia.
Meski demikian, Yudhi menyarankan pengguna komputer di Indonesia untuk selalu meng-
update aplikasi antivirus karena sekali terkena virus, akan perlu banyak usaha untuk menanganinya.
Pada Juli lalu juga terjadi pergeseran konstelasi di 10 besar
malware yang terdeteksi selama bulan Juli.
Berikut, adalah 10
malware yang paling banyak terdeteksi atau paling rajin menjangkiti komputer pengguna di Indonesia, selama bulan Juli 2012.
1. WIN32/Ramnit.A
Virus yang dikenal bandel, dan membuat pengguna internet terganggu.
Hingga bulan Juli lalu cukup banyak laporan komputer yang diserang oleh
Ramnit. Setelah mengalami penurunan di bulan-bulan sebelumnya, Ramnit
kembali bertengger di puncak sejak Mei lalu hingga Juli ini. Virus
berjenis trojan ini relatif aktif dalam penyebarannya.
2. LNK/Autostart.A
LNK/Autostart.A adalah nama lain Win32/CplLnk.A, yaitu threat yang
dibuat secara khusus, atau malware shortcut yang memanfaatkan celah, dan
belakangan ini juga dimanfaatkan oleh varian-varian dari Win32/Stuxnet.
Ketika user membuka sebuah folder yang berisi malware
shortcut dengan menggunakan aplikasi yang menampilkan
shortcut icon, maka
malware tersebut akan aktif secara otomatis.
Malware berkategori worm ini sempat menghebohkan, setelah kembali aktif
selama beberapa hari dan terdeteksi di Amerika Serikat dan Iran. Dampak
serangan worm in meluas di beberapa negara besar yaitu 58% di Amerika
Serikat, 30% Iran, 4% lebih Rusia.
3. Win32/Ramnit.F
Malware berjenis trojan ini mampu meng-copy dirinya yang akan memenuhi
hard drive komputer yang terinfeksi. Virus ini biasanya bersembunyi di
dalam aplikasi Office, bahkan game.
Dengan kemampuannya
membuka firewall dan menyamar menjadi program palsu ntuk mengumpulkan
data penting seperti data transaksi, data keuangan sehingga sanagat
dianjurkan untuk segera menghapus jika ditemukan adanya indikasi virus
Win32/Ramnit.F ini karena potensial menghambat kerja komputer dan
merusak data yang tersimpan di dalamnya.
4. Win32/Sality.NBA Win32.Sality.NBA adalah salah satu program jahat ilegal yang ada pada Windows. Program tersebut mampu mangambil alih
resource system dan memperlambat kinerja komputer.
Beberapa program sejenis seringkali muncul dalam bentuk pesan-pesan
maupun banner iklan sehingga mengganggu proses kerja. Sementara itu,
malware juga merusak data yang tersimpan didalam komputer.
5. Win32/Somoto.A
Sebuah program komputer dalam bentuk adware yang berbahaya. Modusnya
tampil sebagai iklan, user yang tidak waspada akan meng-klik dan
seketika itu juga malware Win32/Somoto.A akan menginstall malware
didalam komputer korban.
Setelah berada di dalam, Somoto.A
selalu memunculkan pop-up banner. Malware ini akan selalu terintegrasi
dengan bugs komputer lain seperti keylogger, backdoors, dll.
Pekerjaan utama dari malware ini sebenarnya adalah merekam semua
aktifitas online korban dan mengirimkan data penting korban ke komputer
lain tanpa diketahui oleh si korban.
6. HTML/Iframe.B.Gen
Adalah sejenis trojan yang berbahaya, dan mampu membajak komputer
berbasis Windows lalu menginstall backdoor di komputer tersebut.
Html/Iframe.B.Gen mampu mematikan software antivirus, sekaligus
memonitor aktivitas browsing user, bahkan menghapus registry entries.
Kehadiran malware ini juga bisa mengakibatkan sistem operasi pada
komputer tidak mampu bekerja sama sekali sehingga sangat membahayakan
keamanan semua data yang tersimpan didalam komputer.
7. Win32/Ramnit.H Malware yang memanfaatkan
security flaws agar
hacker pengendalinya bisa masuk dan mengambil alih komputer yang menjadi target melalui koneksi jaringan.
Ramnit.H adalah malware berjenis trojan, dimana setelah berada di dalam
komputer, ia akan mengirimkan file-file berbahaya, dan melakukan
aktifitas tertentu, yang berdampak pada mandeknya kinerja komputer hanya
dengan menambahkan entri file ke sistem registry dan sistem operasi.
Ramnit.H juga mampu memonitor aktifitas online korban, kemudian mencuri
data-data keuangan seperti data kartu kredit, password, user name.
Malware ini juga mampu mematikan sistem keamanan.
8. INF/Autorun.gen
Deteksi terhadap INF/Autorun.Gen digunakan untuk menguraikan
serangkaian malware yang menggunakan file autorun sebagai cara untuk
mengkonfirmasi komputer-PC target yang berhasil diserang.
File tersebut berisikan informasi program yang dikembangkan untuk mampu
mengeksekusi program saat perangkat bergerak (misal USB flash Disk dan
perangkat lain yang sejenis diakses oleh user yang menggunakan PC
berbasis Windows).
9. Win32/Virut.NBP Win32/Virut.NBP adalah polymorphic file infector, yang terhubung dengan jaringan IRC dan dapat dikontrol dari jarak jauh.
Malware tersebut menyerang
Executable file. Oleh sebab itu saat terinstall, Win32/Virut.NBP akan langsung mencari executable file dengan ekstensi .exe dan .scr.
Operasi yang dilakukan setelah terinstall adalah mengirimakan data dan
perintah dari remote computer atau dari Internet. Selanjutnya remote
computer akan berkomunikasi dengan server yang menggunakan IRC protocol,
yaitu irc.zief.pl dan proxim.ircgalaxy.pl
10. LNK/Exploit.CVE-2010-2568
LNK/Exploit.CVE-2010-2568 adalah hasil deteksi generik untuk malware
shortcut files yang dirancang khusus sehingga mampu masuk melalui celah
pada Windows.
Celah CVE-2010-2568 adalah yang umum dimasuki
oleh trojan dan biasanya menjadi satu bagian dari malware lain yang ikut
masuk melalui celah Windows tersebut. Meski update Windows telah
dilakukan untuk menambal celah CVE-2010-2568, upaya untuk memanfaatkan
celah tersebut masih tetap berjalan dengan cara menjadi bagian dari bots
maupun bagian dari malware lainnya dengan modus menjadi vektor infeksi.